
Jakarta – “Kita juga menyadari saat ini terjadi peningkatan kasus. Oleh karena itu, kami berharap vaksinasi ini merupakan salah satu upaya untuk menangkal transmisi Covid-19. Namun tentunya tidak mungkin hanya dari upaya vaksinasi saja, tetap harus diimbangi dengan protokol kesehatan,” ungkap Sugianto, Kepala Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan (HMK) Kementerian Kesehatan, pada pelaksanaan vaksinasi booster di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Jakarta, Jumat (4/2/2022).
Sebagai langkah pemerintah dalam mempercepat herd immunity, Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan melalui Puslitbang HMK memfasilitasi kegiatan vaksinasi massal diselenggarakan BPJAMSOSTEK selama dua hari, 4-5 Februari 2022. Kegiatan ini disasarkan pada sejumlah 1.914 karyawan BPJAMSOSTEK dengan menggunakan vaksin AstraZeneca sebagai booster.
Direktur Umum dan SDM BPJAMSOSTEK, Abdur Rahman Irsyadi mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi booster diharapkan dapat meningkatkan imunitas para karyawan dan kegiatan dapat terus berlanjut hingga ke cabang daerah.

“Kita berharap kegiatan ini dapat terus kontinyu hingga ke daerah-daerah. Dan kita akan terus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan di Kabupaten/Kota,” terang Abdur Rahman saat membuka acara secara resmi. Pelaksanaan vaksinasi dosis lanjutan ini melibatkan 40 tenaga kesahatan dengan membentuk delapan tim vaksinasi. Tak hanya itu, turut berperan serta tim pendukung dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Pusat Data dan Informasi Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Kota Administratif Jakarta Selatan, Puskesmas Kecamatan Setiabudi, tim vaksinator dari RS Bakti Mulya dan Klinik Nayaka, serta RS Fatmawati dan Pertamina sebagai rujukan jika terjadi KIPI. (Ripsidasiona)