
Jakarta– Anung Sugihantono, Chief of Expert Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) dalam Rapat Koordinasi Teknis Survei Status Gizi Indonesia(SSGI) Tahun 2022 yang digelar secara virtual pada Kamis, 30 Juni 2022 mengatakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui BKPK akan melakukan SSGI tahun 2022.
SSGI adalah bagian dari sistem manajemen pembangunan nasional bidang kesehatan. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), data stunting harus tersedia setiap tahun sebagai bahan evaluasi, bahan perbaikan kinerja, bahan penyempurnaan program dan kegiatan, sekaligus bahan penentu kebijakan pada tahun berikutnya.
Lebih lanjut Anung menerangkan Kementerian Kesehatan mendapat tugas dari Wakil Presiden untuk menyediakan data tahunan status gizi di Indonesia. Data ini akan digunakan sebagai data evaluasi yang merepresentasikan sampai level Kabupaten/Kota.
Anung menekankan pentingnya komunikasi pihak-pihak terkait dalam studi ini, yaitu Kementerian Kesehatan dalam hal ini BKPK, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan Politeknik Kesehatan (Poltekkes). Untuk mendukung koordinasi tingkat nasional akan disiapkan pusat komunikasi atau helpdesk.
Anung berpesan kepada para Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Para Direktur Poltekkes untuk dapat mengomunikasikan aspek teknis dan manajerial kepada pihak terkait di Kabupaten/Kota. “Para Kepala Dinas Kesehatan dan Para Direktur Poltekkes dapat berkomunikasi lebih intens untuk mendapatkan data yang akurat, data yang sesungguhnya di lapangan yang hasilnya dapat dimanfaatkan baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional,” tutur Anung.

Pada kesempatan ini Sekretaris BKPK, Nana Mulyana selaku Penanggung Jawab SSGI 2022 menyampaikan SSGI akan dilakukan di semua kabupaten/kota. “Ada 34.500 blok sensus dan 345.000 rumah tangga yang menjadi sampel. SSGI juga akan melibatkan banyak pengumpul data, yakni sebanyak 3.872 enumerator yang tersebar di 514 kabupaten/kota,” ujar Nana.
Berperan sebagai Ketua Pelaksana SSGI 2022, Kepala Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan, Pretty Multihartina. Dalam kesempatan tersebut, Pretty Multihartina menerangkan tujuan dilaksanakannya SSGI adalah untuk mengetahui gambaran status gizi balita dan determinannya. Secara khusus studi ini akan menghasilkan data prevalensi stunting, wasting, underweight, dan overweight. Selain itu juga akan diperoleh informasi capaian indikator intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. (Penulis Dian Widiati/Editor Fachrudin Ali)